Fi
5

Selain kekayaan flora dan fauna, Jambi memiliki perbedaan menjadi satu-satunya provinsi di Sumatera yang telah mengembangkan industri batik. Tepat di jantung kota Jambi, di luar Sungai Batanghari, beberapa pengrajin perempuan telah membangkitkan salah satu sumber kebanggaan besar dari zaman kuno dari Kerajaan Melayu Jambi - "batik". Tidak jauh dari kediaman Gubernur, kita dapat menemukan bangunan tempat tinggal gaya tradisional jambi yang dihuni oleh pengrajin dan wanita yang memproduksi batik jambi.

Menurut masyarakat jambi, setiap wanita Melayu harus memiliki keterampilan seperti menyulam, menenun atau membuat batik. Keterampilan untuk membuat batik itu tidak diturunkan oleh leluhurnya melainkan berawal dari hobi 10 tahun yang lalu setelah menerima bantuan untuk modal usaha sendiri dari Departemen Perindustrian.

Sebagian besar batik jambi dijual kepada orang-orang yang datang dari touris asing maupun lokal atau dipameran yang diadakan deperindag propinsi Jambi. Sekarang terdapat sekitar 50 pembuat batik bekerja di rumah-rumah mereka sebagai home industri . Berbeda dengan batik Jawa, yang menggunakan potongan-potongan kain panjang, batik Jambi biasanya datang dalam bentuk jubah yang longgar disebut sarung atau sebagai selendang atau syal.
Skema warna khas batik jambi adalah warna merah, biru, dan kuning. Waktu yang dibutuhkan untuk membuat kain batik sarung atau syal membutuhkan waktu antara 15 hari , tergantung pada kerumitan motif.

Posted in Label:

5 komentar: