
Ketika dulu aku memutuskan untuk memproduksi dan menjual desain kaos karya sendiri, aku sudah tahu bahwa usaha clothing memiliki resiko yang besar. Salah satu resiko paling besar adalah terkait desain kaos itu sendiri. Contohnya, kaos tugu jogja. Desain yang diambil dari potret tugu jogja tempo dulu itu pertama kali aku yang memproduksi, lantaran pada saat itu desain-desain t'shirt yang lagi trend di pasaran adalah desain ala dagadu. Yaitu kalimat atau kata2 plesetan yang menarik dan unik kemudian di poles dengan seni tipografi lalu di tuangkan dalam sablonan kaos. Pada saat itu desain yang mengambil tema potret2 heritage jogja rasanya baru saya yang memulai melempar ke pasaran.
Yah, ide awal pembuatan desain itu adalah "just portrait in t'shirt without the words". Tak lama setelah sold out, ribuan bahkan mungkin lebih kaos dengan desain yang mirip atau malah sama persis membanjir di pasaran kayak banjir kanal timur di jakarta, tentu dengan label orang lain!!
Sekarang dengan kemajuan teknologi digital di bidang grafis, produsen "cap kopi-paste" cukup membeli sampel kaos yang lagi diminati konsumen terus dibawa ke tukang grafis dan mereka bisa membuat sama persis tanpa cacat dari produk aslinya. Ketika kreatifitas desain tak lagi menjanjikan uang....maka siapa yang mempunyai modal merekalah yang akan menguasai pasar dan mendapat banyak keuntungan. "naudzubillah"






-_-_-_-_-_-_-Cosmorary-_-_-_-_-_-_-
Assalamualaikum,
*******Salam ‘Blog’!!*******
“SALAM KENAL>>>Nama saya Abdul Azis... BLOgger lho. bukan teroris. Heheee
Aku jadi ikut mendidih nih membaca kalimat terakhir"ketika kreatifitas desain tak lagi menjajikan uang. Yah itulah sekarang ya mbak.......... Copy Paste jadi budaya...hahahahahaha
Kalau ada waktu yuk mampir ke gubuk jelek aku di www.cosmorary.com
www.cosmorary.com
-_-_-_-_-_-_-Cosmorary-_-_-_-_-_-_-